Berkaca dari Kasus Zoom, Indonesia Perlu Miliki Aplikasi Konferensi Video

Auto Tekno20 April 2020

By admin2

Berkaca dari Kasus Zoom, Indonesia Perlu Miliki Aplikasi Konferensi Video

Aplikasi konferensi video belakangan ini marak digunakan karena membantu kegiatan belajar dan bekerja dari rumah di tengah pandemi COVID-19. Salah satu aplikasi paling populer adalah Zoom.

Aplikasi tersebut memiliki fitur menarik untuk mengganti background, tampilan sederhana, dan mudah digunakan. Sayangnya, beberapa celah keamanan telah ditemukan pada aplikasi. Dari ekspos data ke Facebook tanpa persetujuan pengguna hingga munculnya konten pornografi saat konferensi berlangsung.

Beberapa negara bahkan telah melarang penggunaan aplikasi tersebut, seperti Taiwan, Singapura, Amerika, dan Jerman. Pakar keamanan siber dan Chairman lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), Pratama Persadha mengungkapkan bahwa Indonesia juga semestinya perlu mengembangkan aplikasi konferensi video sendiri.

Bahkan belum lama ini kejadian Zoombombing terjadi pada rapat online Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Saat rapat online lewat aplikasi Zoom ada penyusup yang tiba-tiba melakukan share konten negatif.

"Dengan kejadian tidak mengenakkan di rapat Wantiknas, sebaiknya jajaran ring 1 istana memakai alternatif lain dan meminta BSSN untuk memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait keperluan video conference," kata Pratama.

Pratama berharap pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dapat melahirkan aplikasi konferensi video yang bisa dipakai oleh negara yang tentunya memperhatikan aspek keamanan.

“Aplikasi video conference yang private, chat dan media sosial serta email sebaiknya memang kita coba membuat sendiri. Tidak tergantung dari luar, peristiwa rapat zoom Wantiknas jelas menjadi bukti bahwa hal ini perlu dilakukan,” katanya.

Untuk jangka pendek, Pratama menilai penyelenggara negara perlu memakai aplikasi yang terbukti aman dan harus zero issues. Untuk jangka panjang Indonesia harus mempunyai aplikasi konferensi video buatan anak bangsa yang aman dan bisa dipakai secara luas.

Sumber